Berbasis Potensi Lokal Hutan Tembawang melalui Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) untuk Siswa Fase E pada Materi keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya

By admin Uncategorized
Wishlist Share

About Course

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga modul pembelajaran ini dapat diselesaikan dengan baik.

 

Modul pembelajaran ini dirancang khusus untuk siswa Fase E (Kelas X SMA) pada materi Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Peranannya. Keunikan modul ini terletak pada pendekatan berbasis potensi lokal, yaitu menjadikan Tembawang—sistem agroforestri tradisional khas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat—sebagai konteks pembelajaran yang nyata, bermakna, dan dekat dengan kehidupan.

 

Tembawang bukan sekadar ‘kebun hutan’ biasa. Ia adalah warisan leluhur masyarakat Dayak dan Melayu Kalimantan Barat yang telah dikelola turun-temurun selama berabad-abad. Di dalam Tembawang tersimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa: ratusan spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang hidup dalam keseimbangan ekosistem yang harmonis. Tembawang adalah bukti nyata bahwa manusia dapat hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan.

 

Model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dipilih karena mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), bekerja sama dalam tim, dan membangun pemahaman konseptual secara mandiri melalui pengalaman inkuiri terbimbing. Prinsip pembelajaran mendalam (Deep Learning)—yang mindful, meaningful, dan joyful—menjadi landasan filosofis seluruh kegiatan dalam modul ini.

 

Semoga modul ini menjadi jembatan antara pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab siswa terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya warisan budaya ekologis Kalimantan Barat.

Show More

Course Content

Tingkat Keanekaragaman Hayati & Keunikan Biodiversitas Indonesia
Tujuan Pertemuan 1: 1. Mengidentifikasi dan membedakan tiga tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis, ekosistem) berdasarkan data spesies di ekosistem Tembawang Kalimantan Barat. 2. Menganalisis dan membandingkan indeks keanekaragaman hayati Tembawang dengan ekosistem lain menggunakan data ilmiah yang tersedia. 3. Mendeskripsikan keunikan dan posisi biodiversitas Indonesia sebagai negara megadiversitas berdasarkan data kuantitatif. 4. Mengevaluasi peran sistem pengelolaan Tembawang oleh masyarakat Dayak sebagai model konservasi keanekaragaman hayati berbasis kearifan lokal.

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet